Langkah Hijau dari Pesisir: Kapal Listrik Inisiatif KNPI-ITK

oleh -341 Dilihat
Kapal yang dilengkapi dengan baterai lithium box yang berfungsi menyimpan daya listrik hasil dari panel surya (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Balikpapan – Upaya mendorong teknologi ramah lingkungan bagi masyarakat pesisir mulai diwujudkan di Kota Balikpapan. DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Balikpapan menggandeng alumni Institut Teknologi Kalimantan (ITK) untuk merakit kapal fiber bermesin listrik yang menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi utama.

Proyek inovatif ini diluncurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus untuk membantu para nelayan beralih dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Peresmian sekaligus uji coba dilakukan pada Ahad (15/6/2025) di Balikpapan.

Ketua DPD KNPI Balikpapan, Andrie Afrizal, menyatakan bahwa kapal tersebut merupakan hasil kerja bersama yang telah melalui proses panjang. Mesin kapal sendiri didatangkan langsung dari Tiongkok sebagai bagian dari pengembangan teknologi ini.

“Alhamdulillah, setelah penantian beberapa waktu, komponen penting seperti mesin akhirnya tiba. Ini bukan hanya proyek biasa, tapi sebuah bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat nelayan,” ujar Andrie.

Kapal listrik yang dirakit ini memiliki kapasitas 60 volt dan dilengkapi baterai lithium box. Baterai tersebut berfungsi menyimpan energi yang dihasilkan dari panel surya yang terpasang di atas permukaan kapal.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi nelayan dalam menghadapi fluktuasi harga bahan bakar dan keterbatasan pasokan solar di wilayah pesisir.

Andrie juga menekankan pentingnya peran aktif perusahaan di Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan, untuk mendukung program-program serupa melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kalau kami di KNPI tentu punya keterbatasan anggaran. Tapi perusahaan-perusahaan besar bisa mengambil peran lebih besar untuk mendukung nelayan kita agar beralih ke energi terbarukan,” imbuhnya.

Menurutnya, dukungan perusahaan terhadap teknologi berkelanjutan akan berdampak jangka panjang, terutama dalam pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi ekonomi masyarakat pesisir.

Proyek perakitan kapal ini digarap bersama oleh tim teknis yang terdiri dari alumni ITK, salah satunya adalah Wahyu. Ia turut merancang dan mengawasi langsung proses integrasi sistem listrik dan panel surya pada kapal.

Wahyu menjelaskan bahwa kapal ini bisa beroperasi sepanjang hari selama ada sinar matahari. Bahkan, jika digunakan malam hari, tenaga dari baterai yang sudah terisi mampu mendorong kapal sejauh 50 kilometer.

“Selama matahari bersinar, nelayan bisa terus melaut tanpa harus khawatir kehabisan bahan bakar. Ini langkah kecil, tapi punya potensi besar untuk mengubah hidup mereka,” jelas Wahyu.

Kapal listrik ini juga diklaim lebih tenang saat beroperasi dibandingkan kapal bermesin konvensional, sehingga memberikan kenyamanan ekstra bagi nelayan saat mencari ikan.

Ramli, seorang nelayan lokal yang menjadi penerima manfaat pertama dari kapal tersebut, mengaku senang dengan bantuan yang diterimanya. Menurutnya, kapal ini memudahkan aktivitasnya di laut.

“Sudah saya coba keliling. Mesinnya halus, tidak berisik. Jadi kalau mancing, ikan nggak takut. Yang paling penting, saya nggak perlu beli solar lagi,” ungkap Ramli.

Bentuk terima kasih Ramli pun unik. Ia menuliskan nama “KNPI” di badan kapal barunya sebagai bentuk apresiasi terhadap bantuan yang ia terima.

Dari segi biaya operasional, kapal ini dinilai lebih hemat dalam jangka panjang. Dengan tidak lagi membeli bahan bakar, nelayan bisa mengalihkan pengeluaran mereka untuk kebutuhan lain yang lebih penting.

Pihak KNPI berharap proyek percontohan ini menjadi inspirasi bagi instansi maupun swasta untuk mengembangkan teknologi sejenis di wilayah pesisir lainnya.

Andrie menyebut bahwa ini baru permulaan. Ia ingin memastikan lebih banyak nelayan mendapat akses terhadap kapal ramah lingkungan di masa mendatang.

Program ini bukan hanya tentang inovasi teknologi, tetapi juga bentuk pemberdayaan ekonomi nelayan yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Dengan sinergi antara pemuda, akademisi, dan masyarakat, KNPI Balikpapan bertekad menjadikan energi bersih bukan lagi wacana, tetapi realitas yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *