Lalu Lintas Dibatasi, Dishub Kaltim Antisipasi Risiko Jembatan Mahakam I

oleh -355 Dilihat
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kaltim, Irhamsyah (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Kekhawatiran terhadap keamanan struktur Jembatan Mahakam I di Samarinda kian mencuat setelah insiden tabrakan kapal tongkang batu bara kembali terjadi. Menyikapi hal tersebut, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur (Dishub Kaltim) bergerak cepat dengan mengambil keputusan strategis demi menjaga keselamatan publik.

Keputusan ini diumumkan usai rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar bersama Komisi II DPRD Kaltim dan sejumlah instansi teknis terkait. Dalam pertemuan itu, disepakati penghentian sementara seluruh aktivitas lalu lintas di bawah jembatan.

Sementara lalu lintas di atas jembatan masih diizinkan, meski dengan pembatasan, sambil menunggu hasil investigasi teknis dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kaltim, Irhamsyah, menyampaikan bahwa keselamatan publik menjadi pertimbangan utama. Ia menegaskan bahwa penghentian sementara ini merupakan upaya preventif.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Karena itu, aktivitas di bawah jembatan kami hentikan sementara. Untuk di atas jembatan, kami menunggu rekomendasi hasil investigasi sebelum menentukan langkah selanjutnya,” ujar Irhamsyah.

Investigasi teknis terhadap kondisi struktur jembatan akan dilakukan dalam waktu dekat. Tim yang terlibat berasal dari Balai Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga, hingga Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

Uji dinamis dan geometrik akan dilakukan untuk menilai kekuatan struktur jembatan. Hasil dari pengujian ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan lebih lanjut terkait operasional jembatan.

Irhamsyah menyebutkan bahwa proses investigasi direncanakan dimulai antara Rabu atau Jumat pekan ini. Ia menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti rekomendasi teknis yang diberikan.

Selama masa penantian, Dishub Kaltim menerapkan sejumlah langkah mitigasi. Salah satunya adalah pembatasan kendaraan berat melintasi Jembatan Mahakam I guna mengurangi beban struktur.

“Kendaraan ringan masih boleh lewat, tetapi untuk kendaraan berat akan kami alihkan ke jalur lain,” kata Irhamsyah. Ia menambahkan, pemantauan kondisi harian tetap dilakukan.

Kebijakan ini mengacu pada peraturan wali kota yang melarang kendaraan berat memasuki kawasan pusat kota. Dishub berencana mengarahkan kendaraan besar ke Jembatan Mahulu atau Jembatan Achmad Amins.

Irhamsyah mengakui, pengalihan arus berpotensi menimbulkan kemacetan. Namun ia memastikan bahwa Dishub akan berupaya mengelola lalu lintas dengan lebih terkoordinasi dibanding sebelumnya.

“Dulu saat contraflow di Mahakam IV, kemacetan terjadi hingga dua jam. Ini jadi pelajaran bagi kami untuk merancang strategi yang lebih matang,” katanya.

Dalam penanganan ini, Dishub akan bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda. Opsi pembagian beban lintas jembatan juga disiapkan agar tidak terpusat di satu jalur.

Selain pengalihan jalur, Dishub juga menyiapkan sosialisasi kebijakan melalui media sosial dan kanal resmi pemerintah. Langkah ini diambil agar masyarakat mendapat informasi yang akurat dan terkini.

“Kami akan sampaikan perubahan lalu lintas sejelas mungkin. Koordinasi dengan kepolisian dan BBPJN juga terus kami lakukan,” jelasnya.

Dishub berharap masyarakat tetap tenang namun waspada dalam menghadapi situasi ini. Petugas di lapangan akan dikerahkan untuk membantu kelancaran arus.

“Tidak perlu panik, tetapi kami minta warga mematuhi arahan petugas. Ini semua demi keselamatan bersama,” ucap Irhamsyah.

Ia menekankan bahwa seluruh kebijakan bersandar pada pertimbangan teknis. Jika hasil investigasi menunjukkan risiko tinggi, opsi penutupan total jembatan tetap terbuka.

Sejauh ini, Dishub Kaltim masih menunggu hasil resmi dari tim teknis. Keputusan lanjutan akan segera diumumkan begitu hasil investigasi diterima.

“Kami mengupayakan solusi terbaik dengan meminimalkan dampak bagi masyarakat,” pungkas Irhamsyah. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *