Ulasankaltim.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan rekayasa lalu lintas sebagai dampak dari rencana pemeriksaan struktur Jembatan Mahakam Ulu. Langkah ini dilakukan menyusul adanya permintaan dari Dinas PUPR setelah jembatan tersebut beberapa kali mengalami insiden tertabrak ponton yang melintas di bawahnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Perhubungan Kaltim bersama Satlantas Polresta Samarinda akan memberlakukan pembatasan jenis kendaraan yang boleh melintas selama proses pemeriksaan berlangsung.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Dishub Kaltim, Heru Santosa, menyampaikan bahwa hanya kendaraan ringan yang diizinkan menggunakan jembatan tersebut. “Kendaraan yang boleh melintas hanya roda empat ke bawah. Kami akan memasang portal setinggi 2,45 meter agar kendaraan besar tidak bisa masuk,” kata Heru saat ditemui usai rapat koordinasi lintas instansi.
Dengan kebijakan tersebut, seluruh kendaraan berat seperti angkutan logistik, sembako, komoditas umum hingga barang berbahaya termasuk bahan bakar, sementara waktu dilarang melintasi Jembatan Mahakam Ulu. Heru menegaskan, pembatasan ini tidak boleh sampai menghambat distribusi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, Dishub Kaltim menyiapkan jalur alternatif agar arus logistik tetap berjalan.
“Kami bertanggung jawab memastikan distribusi tetap berjalan. Kalau pun terdampak, seminimal mungkin. Jangan sampai pasokan sembako dan bahan baku industri terganggu,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi jaringan jembatan yang ada di Kota Samarinda, pilihan jalur alternatif sangat terbatas. Jembatan Mahakam I saat ini tidak direkomendasikan untuk kendaraan berat sesuai kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian PUPR. Sementara Jembatan Mahkota juga telah lebih dulu diberlakukan pembatasan.
“Dengan kondisi tersebut, satu-satunya jembatan yang masih memungkinkan dilalui kendaraan berat adalah Jembatan Mahakam IV. Secara struktur masih layak dan merupakan aset pemerintah provinsi,” jelas Heru.
Namun, untuk menghindari kemacetan dan menjaga keamanan struktur jembatan, pengalihan kendaraan berat ke Jembatan Mahakam IV hanya diberlakukan pada malam hari, mulai pukul 22.00 hingga 05.00 Wita. “Pada jam itu volume lalu lintas relatif rendah. Sistemnya juga buka-tutup, bukan dua arah bersamaan,” terangnya.
Pengaturan lalu lintas dilakukan secara bergiliran setiap satu jam. Kendaraan berat dari arah keluar kota diberi kesempatan melintas terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan kendaraan dari arah masuk kota pada jam berikutnya.
“Tujuannya agar beban jembatan terkendali, tidak ada kendaraan berpapasan, dan tidak terjadi simpangan di atas jembatan,” tegas Heru.
Sementara itu, Jembatan Mahakam I tetap dibuka dua arah pada malam hari khusus untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Selama rekayasa berlangsung, petugas gabungan akan disiagakan di sejumlah titik strategis, seperti mulut Jembatan Mahakam IV dari dua arah, kawasan depan rumah sakit, mulut Jembatan Mahakam I, Simpang SMP 10, hingga sepanjang Jalan APT Pranoto.
“Penjagaan dilakukan bersama Dishub Provinsi, Dishub Kota Samarinda, Satlantas Polresta Samarinda, dan Satpol PP. Kami juga menyiapkan barrier, rambu, tenda, serta perlengkapan pendukung karena pelaksanaan dilakukan malam hari dan cuaca tidak menentu,” jelasnya.
Dishub Kaltim juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengusaha angkutan sebelum kebijakan diberlakukan. Portal pembatas di Jembatan Mahakam Ulu dijadwalkan mulai terpasang pada pukul 12.00 Wita.
“Kendaraan berat kami minta tetap berada di pool masing-masing. Pengusaha angkutan juga kami harapkan menyampaikan informasi ini kepada para sopir,” pungkas Heru.
Sebagai bagian dari pengaturan, kendaraan berat dari arah kota akan diarahkan berkumpul di kawasan pergudangan, sedangkan dari arah seberang diminta menunggu di sepanjang Jalan APT Pranoto hingga mendekati waktu operasional.
“Kebijakan ini bersifat sementara dan akan dikembalikan normal setelah hasil pemeriksaan Jembatan Mahakam Ulu keluar dan dinyatakan aman,” tutupnya. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









