Pesut Etam Pertahankan Keunggulan, Persik Kediri Pulang Tanpa Poin

oleh -300 Dilihat
Skor Akhir Borneo FC melawan Persik Kediri di Stadion Segiri Samarinda (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Samarinda sore itu dibasuh hujan deras. Namun, di tengah derasnya guyuran langit Kalimantan, semangat Borneo FC Samarinda tetap menyala. Di hadapan ribuan pendukungnya, Pesut Etam kembali menunjukkan taringnya, menundukkan Persik Kediri dengan skor 2-0 dalam laga pekan ke-9 BRI Liga 1, Sabtu (18/10) di Stadion Segiri.

Sejak peluit pertama dibunyikan, hujan yang mengguyur membuat tempo permainan sedikit melambat. Bola sering berhenti di genangan, memaksa kedua tim bermain lebih berhati-hati pada menit-menit awal.

Borneo FC sebenarnya tampil dominan di sepuluh menit pertama. Pergerakan cepat M. Sihran di sayap kanan beberapa kali mengancam pertahanan lawan, namun belum membuahkan hasil nyata.

Persik Kediri perlahan menemukan ritmenya. Anak asuh Ong Kim Swee mulai berani keluar menyerang, memanfaatkan celah di lini tengah Borneo yang sedikit longgar akibat kondisi lapangan licin.

Beberapa kali, kombinasi antara Flavio Silva dan William Lugo membuat lini belakang Borneo bekerja keras. Namun, pertahanan yang digalang Javlon Guseynov dan Leo Guntara masih cukup disiplin menutup ruang.

Peluang emas pertama bagi tuan rumah datang di menit ke-31. Mariano Peralta mendapatkan ruang tembak bebas di depan gawang, namun tendangan kerasnya berhasil ditepis kiper Persik dengan refleks cepat.

Sebelas menit berselang, Persik hampir membalikkan keadaan. Aksi individu Lugo yang melewati tiga pemain belakang membuat penonton menahan napas. Beruntung bagi Borneo, Nadeo Argawinata sigap menutup arah bola dan menggagalkan peluang itu.

Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai. Kedua tim memasuki ruang ganti dengan wajah tegang, menyadari bahwa satu kesalahan kecil bisa menentukan hasil akhir.

Memasuki babak kedua, pelatih Fabio Lefundes melakukan perubahan penting. Ia menarik keluar M. Sihran dan memasukkan Douglas Coutinho untuk menambah daya dobrak.

Pergantian itu terbukti membawa pengaruh besar. Baru lima menit di lapangan, Coutinho langsung mengancam dengan sundulan keras hasil umpan silang dari Juan Villa, namun bola hanya membentur mistar gawang.

Semangat tuan rumah semakin membara. Menit ke-55, Coutinho kembali menjebol gawang Persik, tetapi wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside.

Namun, upaya tak kenal lelah pemain asal Brasil itu akhirnya membuahkan hasil di menit ke-74. Melalui kerja sama apik dengan Villa, Coutinho mencetak gol pembuka yang sempat ditinjau lewat VAR sebelum akhirnya disahkan. Skor berubah 1-0 untuk Borneo FC.

Gol tersebut memantik semangat seluruh tim. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Persik yang mulai kehilangan konsentrasi akibat hujan dan kelelahan.

Tiga menit kemudian, giliran Maicon Souza yang baru masuk lapangan ikut mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan matang Peralta, Maicon dengan tenang menuntaskan peluang menjadi gol kedua.

Keunggulan 2-0 membuat Borneo semakin percaya diri. Mereka bermain lebih tenang dalam penguasaan bola dan menutup setiap ruang bagi Persik untuk membangun serangan balik.

Persik sempat menciptakan tiga peluang berbahaya di menit-menit akhir, namun semuanya dapat digagalkan oleh Nadeo yang tampil solid di bawah mistar gawang.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah. Borneo FC menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Persik Kediri.

Kemenangan ini menambah catatan impresif Pesut Etam yang belum tersentuh kekalahan hingga pekan kesembilan. Mereka kini mengoleksi 21 poin dari tujuh kemenangan beruntun.

Hasil ini juga menegaskan posisi Borneo FC di puncak klasemen sementara BRI Liga 1. Konsistensi dan kedisiplinan menjadi kunci performa stabil skuad asuhan Fabio Lefundes.

Sementara bagi Persik Kediri, kekalahan ini menjadi pelajaran penting. Mereka tampil cukup baik di babak pertama, namun gagal menjaga intensitas permainan di paruh kedua.

Setelah laga ini, Borneo FC dijadwalkan bertandang ke markas Arema Malang pada pekan berikutnya. Pertandingan itu akan menjadi ujian berikut bagi tim yang tengah berada dalam performa terbaiknya.

Di tengah hujan yang belum reda, para pemain Borneo FC menutup laga dengan senyum puas. Malam itu, di Stadion Segiri, mereka kembali membuktikan bahwa dominasi di papan atas bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah kerja keras dan keyakinan. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *