Ulasankaltim.id, Samarinda – Aksi penipuan dengan modus pengalihan kredit atau take over kendaraan bermotor kembali memakan korban di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Peristiwa nahas tersebut dialami oleh Vigeh Susanto, seorang pemuda berusia 21 tahun yang harus merelakan sepeda motor kesayangannya raib.
Lokasi kejadian pembawaan kabur unit tersebut berlangsung di kawasan Jalan Pasundan, Gang Kuburan, Kecamatan Samarinda Ulu.
Insiden tindak pidana ini diperkirakan terjadi menjelang tengah hari, tepatnya pada Senin, 31 Agustus 2026, sekitar pukul 11.30 WITA.
Merasa menjadi korban kejahatan, Vigeh langsung memutuskan untuk mendatangi Mako Polsek Samarinda Ulu demi meminta perlindungan hukum.
Proses penyelidikan kini tengah berjalan intensif oleh aparat kepolisian setempat guna melacak keberadaan unit armada serta mengidentifikasi pelaku.
Kisah penipuan ini bermula saat korban merencanakan transaksi pengalihan kepemilikan motor bersama seorang pria yang menyatakan minatnya.
Sejak awal, korban sejatinya cukup waspada dengan menolak permintaan pelaku untuk melakukan tes jalan atau membawa kendaraan tersebut.
Langkah tegas itu diambil korban mengingat belum adanya penyerahan uang muka maupun jaminan berupa identitas resmi dari pihak calon pembeli.
Pelaku kemudian memutar otak dengan meminta berkas dokumen kendaraan, berdalih hendak menunjukkannya kepada orang tua sebagai formalitas persetujuan.
Tanpa disadari oleh korban yang tetap berjaga di dekat unit motor, pelaku rupanya telah menguasai kunci kontak kendaraan tersebut.
“Saya sama sekali tidak menyadari kalau kunci motor sudah dipegang oleh dia. Saya cuma menunggu di dekat motor sampai akhirnya dia menelepon,” ungkap Vigeh saat memberikan keterangan di Polsek Samarinda Ulu, Selasa, 1 September 2026.
Lewat sambungan telepon, pelaku membujuk korban untuk datang ke kediamannya yang diklaim berlokasi dekat dengan sebuah bangunan masjid.
Pelaku berdalih bahwa negosiasi terkait alih proses pembayaran cicilan motor akan lebih mulus jika dibicarakan langsung bersama ibunya.
“Dia menyuruh saya datang ke rumahnya di dekat masjid agar bisa mengobrol langsung dengan ibunya,” ujar Vigeh menirukan instruksi pelaku.
Korban yang percaya lantas menelusuri gang sempit menuju rumah paling ujung sesuai dengan arahan terduga pelaku melalui sambungan telepon.
Petaka terjadi ketika korban sedang melangkah, di mana suara raungan mesin sepeda motor miliknya mendadak terdengar dinyalakan dari kejauhan.
“Begitu saya berjalan, terdengar suara mesin motor menyala. Saya langsung berlari ke depan gang, tapi motor sudah menghilang dibawa kabur,” kata Vigeh mengenang momen tersebut.
Siasat licik pelaku akhirnya terungkap; arahan menuju rumah kosong tersebut hanyalah pengalihan perhatian agar pelaku bisa kembali mengambil motor menggunakan kunci yang dipegangnya.
Sadar dirinya telah menjadi korban penggelapan, Vigeh bergegas mendatangi kantor polisi terdekat untuk merinci seluruh kronologi kejadian.
Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, mengonfirmasi bahwa laporan resmi terkait tindak pidana tersebut telah diterima oleh pihak penyidik.
Saat ini, kepolisian sedang meminta korban untuk melengkapi dokumen administrasi guna memperkuat proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut.
“Laporan sudah resmi kami terima dan saat ini pelapor sedang melengkapi berkas kelengkapan yang dibutuhkan,” terang AKP Asriadi.
Selain memroses berkas, jajaran kepolisian juga telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penyisiran dan melacak keberadaan sepeda motor korban.
“Kasus ini masih kami dalami secara intensif, sementara anggota di lapangan terus berupaya melakukan pencarian unit motor,” tutup Asriadi. (Yanur)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









