Diduga Korsleting, Kebakaran di SMPN 2 Samarinda Hanguskan Sejumlah Kelas

oleh -203 Dilihat
Petugas Kebakaran saat memadamkan api yang masih berkobar (Foto : Fdy)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Langit sore di Samarinda tiba-tiba dipenuhi kepulan asap pekat yang membumbung tinggi, menandai terjadinya kebakaran di lingkungan SMP Negeri 2 Samarinda pada Rabu (1/4/26). Suasana di sekitar lokasi berubah tegang ketika api terlihat melalap bagian bangunan sekolah.

Kebakaran terjadi di kompleks sekolah yang berada di Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota. Sejumlah ruang kelas terdampak, dengan sedikitnya empat ruangan dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat terbakar.

Laporan mengenai munculnya api pertama kali diterima petugas sekitar pukul 15.33 WITA. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian atap bangunan yang sebagian besar menggunakan material kayu, sehingga mempercepat penyebaran.

Kondisi struktur bangunan yang telah lama berdiri turut memperparah situasi. Api dengan mudah merambat dari satu ruangan ke ruangan lain dalam waktu singkat.

Seorang siswa kelas 9, Raya, mengungkapkan dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari gangguan listrik di salah satu ruang kelas di lantai bawah.

Ia menyebutkan, sumber api diduga berasal dari ruang kelas 7I yang saat itu terdapat kipas angin yang menyala dalam waktu lama sebelum kejadian.

Saat petugas tiba di lokasi sekitar pukul 15.50 WITA, api masih terlihat cukup besar dan terus membakar bagian bangunan. Namun, akses menuju titik kebakaran tergolong lancar sehingga memudahkan kendaraan pemadam masuk ke area sekolah.

Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda bersama relawan langsung melakukan upaya pemadaman. Penanganan dilakukan dengan membagi personel ke dua titik, yakni melalui halaman utama sekolah dan sisi lain dari arah Jalan Danau Toba.

Kepala Disdamkarmatan Kota Samarinda, Hendra AH, turut hadir di lokasi untuk mengoordinasikan proses pemadaman. Ia memimpin langsung jalannya operasi di tengah kondisi lapangan yang dipenuhi asap.

Setelah upaya intensif, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.00 WITA. Proses pemadaman berlangsung kurang dari satu jam, meski kerusakan bangunan tidak dapat dihindari.

Dampak kebakaran menyebabkan sedikitnya delapan ruang kelas tidak bisa digunakan sementara waktu. Kerusakan paling parah terjadi pada bagian atap yang mengalami keruntuhan akibat terbakar.

Sementara itu, relawan dari Emergency Medical Team Info Taruna Samarinda bersama PMI dan layanan darurat 112 disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan korban. Hingga proses pendinginan dilakukan, tidak ditemukan korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. (Fdy)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *