Kerahkan Alat V-Search, Tim SAR Temukan Jasad Siswa SMP di Perairan Mahakam

oleh -202 Dilihat
Personel tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad pelajar SMP yang dilaporkan tenggelam di perairan Mangkupalas, Samarinda Seberang (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Operasi pencarian terhadap seorang siswa kelas I sekolah menengah pertama yang dilaporkan hilang tenggelam di kawasan perairan Mangkupalas, Samarinda Seberang, akhirnya membuahkan kepastian pahit. Korban berhasil ditemukan oleh regu penyelamat gabungan pada Rabu (7/10/2026) malam dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Insiden nahas yang semula terjadi di perairan sekitar Jalan Tanjung Aru, Gang Awang Abdullah, RT 14, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang tersebut telah memicu pengerahan personel lintas instansi sejak hari pertama insiden dilaporkan.

Titik terang penemuan jasad remaja tersebut berlangsung sekitar pukul 20.36 Wita. Tim di lapangan mendapati tubuh korban mengapung pada radius kurang lebih 191 meter ke arah hilir dari lokasi kejadian perkara (LKP).

Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan, mengonfirmasi penemuan tersebut merupakan buah dari kegigihan penyisiran tim gabungan yang tanpa henti mengarungi perairan sejak pagi hari kedua operasi berlangsung.

“Dapat kami sampaikan tim SAR gabungan telah mendapatkan korban di jarak kurang lebih 191 meter dari LKP menuju ke hilir, pada pukul 20.36 Wita,” ungkap Aries saat membeberkan laporan penutupan operasi.

Aries menuturkan, posisi tubuh remaja tersebut terdeteksi berada di jalur perairan aktif Mahakam, tepat berdampingan dengan lambung sebuah kapal pendarat jenis Landing Craft Tank (LCT) yang sedang berada di alur hilir.

“Untuk posisi korban, persis di sebelah LCT, di perairan menuju ke arah hilir,” kata Aries menerangkan posisi spesifik temuan tersebut.

Menerima informasi visual dan sinyal penemuan dari regu terdepan, armada penyelamat langsung bermanuver mendekat ke titik keberadaan jasad untuk mengamankan tubuh korban dan mengangkatnya dari permukaan air.

Kondisi fisik korban saat pertama kali dijangkau oleh tim evakuasi terpantau dalam keadaan terapung telentang di permukaan sungai.

“Untuk posisi korban saat penemuan, ini diinformasikan dari anggota tadi posisi terlentang,” jelas Aries memastikan laporan pandangan mata dari personel unit evakuasi air.

Sebelum ditemukan pada malam hari, operasi hari kedua sempat menemui sejumlah tantangan teknis arus bawah air sehingga tim SAR memutuskan untuk memperluas skema dan metode deteksi di bawah permukaan.

Sejak pukul 07.00 Wita, regu penyelamat telah menurunkan instrumen deteksi khusus bernama V-Search guna mengantisipasi kemungkinan jasad tersangkut pada rintangan dasar sungai.

“Pagi-pagi, jam 7 pagi kami melaksanakan penurunan alat V-Search. Ini karena ada kemungkinan korban terjebak di bawah air,” ujar Aries mengenai strategi teknis yang diambil.

Topografi dasar perairan di sekitar permukiman warga setempat dinilai memiliki celah dan struktur yang berisiko menahan pergerakan objek bawah air, sehingga instrumen penyapu mekanis dinilai paling relevan untuk dioperasikan.

Sistem kerja perangkat V-Search sendiri mengandalkan susunan kail khusus yang ditarik secara manual oleh personel di atas perahu karet guna menyapu area-area cekungan di dasar perairan secara terukur.

“V-Search sendiri sistemnya menyapu. Nanti ada model seperti kail yang dioperasikan secara manual oleh personel yang ada di perahu,” tutur Aries menguraikan cara kerja alat tersebut.

Di samping pemindaian mekanis dan penyisiran permukaan, petugas di atas kapal cepat juga berupaya memecah arus dengan menciptakan pola pusaran air terkendali di sekitar titik awal korban dilaporkan hilang.

“Kalau misalnya ada korban atau objek yang terjebak di bawah, dengan putaran arus itu nantinya objek bisa terlempar dan muncul di tempat lain,” tutur Aries menjelaskan fungsi hidrodinamika manuver kapal penyelamat.

Rangkaian ikhtiar taktis tersebut terus dipertahankan secara intensif hingga tubuh korban akhirnya bergeser dan muncul ke permukaan air pada jarak ratusan meter dari LKP saat malam tiba.

Begitu proses pengangkatan jasad tuntas dilaksanakan, tim SAR gabungan segera melakukan komunikasi terpadu bersama pihak keluarga untuk memastikan penanganan tahap berikutnya.

Aries menyatakan bahwa pihak keluarga sepakat menolak tindakan visum ke fasilitas medis, sehingga jenazah pelajar tersebut langsung dipulangkan ke kediaman untuk proses pemakaman.

“Atas permintaan dari keluarga korban, korban yang kita temukan tadi langsung dibawa ke rumah duka,” tutup Aries menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasi SAR di lokasi kejadian. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *