Penyelam Samarinda Temukan Objek Diduga Mortir Sedalam 25 Meter di Sungai Mahakam

oleh -205 Dilihat
Personel Satupan Polairud Polresta Samarinda mengevakuasi benda berkarat yang diduga mortir dari tempat penampungan besi tua di Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Aktivitas pengumpulan barang bekas di kawasan Loa Janan Ilir mendadak terhenti menyusul ditemukannya sebuah benda mencurigakan berukuran masif yang menyerupai mortir militer. Logam misterius berbobot berat tersebut diangkat dari dasar perairan Sungai Mahakam sebelum akhirnya diantarkan ke pangkalan penampungan rongsokan, Minggu (13/9/2026).

Pusat perhatian warga bermula saat sebuah lapak penerima material daur ulang, UD 5 Putra, menerima kiriman logam tak lazim di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Harapan Baru. Pengirimnya merupakan seorang penyelam tradisional yang sehari-hari menyusuri sedimentasi sungai demi mengumpulkan sisa-sisa besi bernilai jual.

Berdasarkan keterangan karyawan tempat penampungan, Amat, material mencurigakan tersebut tiba di fasilitas mereka menjelang pergantian hari menuju petang. Sekitar pukul 17.30 WITA, benda tersebut diturunkan dari alat angkut setelah diangkat dari perairan.

Kendati sudah berada di area penimbangan, pihak pengelola menegaskan bahwa barang tersebut belum berstatus transaksi resmi. Pemilik lapak maupun pekerja memutuskan untuk tidak langsung memasukkannya ke daftar pembelian karena khawatir terhadap struktur benda yang dinilai janggal.

“Di-drop di sini. Bukan status dibeli,” tutur Amat saat memberikan keterangan mengenai posisi kepemilikan material tersebut di tempat kerjanya.

Kecurigaan muncul lantaran fisik benda tersebut memiliki rancang bangun yang sama sekali berbeda dengan lempengan pipa, plat kapal, atau rongsokan baja yang lazim diangkut oleh para penyelam. Selain bentuk silinder berujung khusus, massa barang tersebut dinilai luar biasa padat dibanding ukuran fisiknya.

Amat mengungkapkan bahwa tempatnya berusaha belum pernah berhadapan dengan material logam berkarakteristik serupa selama beroperasi. “Belum pernah, baru ini. Dan sangat berat,” ujar Amat menambahkan kesaksiannya di lokasi penumpukan barang bekas.

Menyadari potensi ancaman keselamatan di area padat aktivitas tersebut, sang penyelam bersama pihak pengepul segera mengambil langkah berhati-hati. Laporan kilat diteruskan kepada aparat kepolisian guna mengantisipasi kemungkinan benda tersebut merupakan amunisi militer aktif sisa konflik masa lampau.

Aparat Polresta Samarinda yang memperoleh kabar melalui jalur koordinasi komunikasi publik bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara. Sekitar pukul 23.00 WITA, jajaran patroli mengamankan perimeter lapak besi tua demi mensterilkan lingkungan sekitar dari warga yang mendekat.

Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, membenarkan pergerakan unitnya sesaat seusai transmisi pesan laporan dari masyarakat diterima petugas piket.

“Jadi malam ini kami mendapatkan informasi dari warga yang disampaikan ke grup kami sekitar jam 23.00 malam. Kemudian kami menuju TKP di Harapan Baru, penumpukan besi tua,” papar Joko di sela pengamanan area.

Melihat visual fisik objek yang memperlihatkan ciri-ciri proyektil bahan peledak, pihak kepolisian resor memutuskan tidak mengambil risiko pemindahan secara mandiri. Personel lapangan langsung menghubungi Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalimantan Timur untuk penanganan berstandar khusus.

Unit khusus Gegana yang tiba di lokasi segera menerapkan prosedur mitigasi material berbahaya sebelum memindahkan objek dari tumpukan rongsokan. Benda tersebut lantas dimasukkan ke kendaraan taktis pengamanan untuk dibawa ke kantor kepolisian terdekat.

“Tim Gegana datang dan mengevakuasi yang diduga mortir tersebut. Saat ini sudah menuju ke Polsek Samarinda Seberang untuk dilakukan serah terima,” jelas Joko mengenai tahapan pemindahan tahap pertama.

Hasil pendataan awal mengindikasikan bahwa logam berbentuk proyektil itu terangkat dari kedalaman Sungai Mahakam di titik yang berhadapan dengan area kantor pos. Lokasi dasar sungai tempat temuan tersebut ditaksir berjarak antara 50 hingga 70 meter dari sempadan daratan dengan kedalaman selam mencapai kurang lebih 25 meter.

Terkait tingkat kerawanan dan status keaktifan bahan peledak di dalam tabung logam tersebut, otoritas kepolisian belum merilis pernyataan definitif. Penilaian kelayakan serta analisis keandalan pemicu masih membutuhkan pengujian berbasis instrumen di fasilitas teknis militer/brimob.

Sebagai langkah lanjutan guna memastikan perlindungan masyarakat secara maksimal, objek tersebut diagendakan untuk dievakuasi keluar dari wilayah Samarinda menuju instalasi pengamanan khusus.

“Tim Gegana setelah melakukan evakuasi langsung dibawa menuju ke Polsek Samarinda Seberang untuk dilakukan serah terima, selanjutnya besok kemungkinan akan dievakuasi menuju bunker yang berada di Kota Balikpapan,” pungkas Joko menutup penjelasannya. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *