Di Balik Biaya Laundry Rumah Jabatan Kaltim, Owner Alwan Laundry Beberkan Sistem Kerja 24 Jam

oleh -204 Dilihat
Laundry pakaian Gubernur Kalimantan Timur (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Isu penggunaan jasa laundry untuk kebutuhan rumah jabatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memunculkan perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Menyikapi hal tersebut, pemilik Alwan Laundry, Enny, memberikan penjelasan mengenai pola kerja sama, jenis layanan, hingga alasan munculnya biaya yang dinilai tinggi dalam sejumlah transaksi laundry.

Enny menyampaikan bahwa kerja sama dengan lingkungan rumah jabatan gubernur telah berlangsung cukup lama. Ia mengatakan layanan tersebut sudah berjalan sejak masa Penjabat Gubernur Kaltim dan tetap berlanjut hingga sekarang melalui koordinasi bersama Biro Umum Pemprov Kaltim.

Menurut dia, Alwan Laundry bukan satu-satunya penyedia jasa yang menangani kebutuhan laundry di rumah jabatan. Usahanya lebih banyak mengerjakan perlengkapan kegiatan dan kebutuhan operasional acara resmi dibanding pakaian dinas pejabat.

“Yang sering masuk itu taplak meja, sarung kursi, dan perlengkapan kegiatan lainnya,” kata Enny.

Ia menjelaskan, pakaian dinas biasanya ditangani vendor lain. Namun dalam situasi tertentu, Alwan Laundry turut menerima pekerjaan tambahan apabila ada kebutuhan mendesak atau penyedia lain tidak mampu memenuhi permintaan dalam waktu cepat.

Enny menuturkan, layanan selama 24 jam menjadi salah satu alasan pihak rumah jabatan kerap menggunakan jasanya. Menurutnya, banyak kegiatan pemerintahan berlangsung hingga malam hari sehingga perlengkapan acara harus segera dibersihkan untuk digunakan kembali pada agenda berikutnya.

Kondisi itu membuat sistem layanan ekspres cukup sering dilakukan. Ia mengaku beberapa kali harus menyelesaikan pekerjaan hanya dalam hitungan jam, bahkan ketika proses pencucian dimulai larut malam hingga dini hari.

“Kalau ada acara selesai malam dan besok dipakai lagi, otomatis malam itu juga harus langsung dikerjakan,” ujarnya.

Selain proses pencucian cepat, Enny menyebut pengantaran hasil laundry juga kerap dilakukan di luar jam operasional normal. Ia mengatakan timnya pernah mengirim kebutuhan laundry hingga lewat tengah malam demi memenuhi permintaan mendesak.

Menurutnya, pola kerja seperti itu berdampak langsung terhadap biaya layanan. Faktor waktu pengerjaan yang singkat, tambahan tenaga kerja, hingga distribusi pada malam hari menjadi bagian dari perhitungan tarif yang diterapkan.

“Harga disesuaikan dengan kondisi pengerjaan. Kalau ekspres dan antar malam tentu berbeda dengan layanan biasa,” jelasnya.

Enny juga mengakui pihaknya sesekali menerima permintaan pencucian pakaian pribadi untuk kebutuhan tertentu, termasuk perjalanan mendadak pejabat ke luar daerah. Namun ia menegaskan hal tersebut bukan layanan utama yang rutin ditangani usahanya.

Ia menambahkan, jumlah pekerjaan yang diterima tidak menentu. Volume laundry biasanya meningkat ketika rumah jabatan menggelar acara besar, menerima tamu penting, atau memiliki agenda pemerintahan dengan intensitas tinggi.

Di tengah perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran operasional rumah jabatan, Enny menegaskan seluruh pekerjaan yang diterima dilakukan sesuai permintaan resmi dan kebutuhan lapangan. Ia memastikan tarif yang dikenakan telah disesuaikan dengan jenis layanan, tingkat kesulitan, serta waktu pengerjaan yang dibutuhkan.

“Kami hanya menjalankan pekerjaan sesuai kebutuhan yang diminta,” pungkasnya. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *