Ulasankaltim.id, Samarinda – Ajang balap motor Night Race Kapolresta Samarinda Cup Season II 2026 yang digelar pada 13–14 Maret 2026 berlangsung sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Kegiatan ini diikuti ratusan pembalap dari berbagai daerah serta disaksikan ribuan penonton yang memadati sejumlah ruas jalan di Kota Samarinda.
Kapolresta Samarinda, Hendri Umar, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut. Ia mengatakan ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi balap resmi, tetapi juga sebagai upaya mengurangi balap liar di wilayah Samarinda.
Menurutnya, selama perlombaan tercatat lebih dari 650 kali starter dari 12 kelas yang dipertandingkan. Kegiatan ini juga melibatkan sekitar 550 rider yang berasal dari Samarinda dan sejumlah daerah lain seperti Bontang, Tenggarong, Sangatta, Banjarmasin, hingga Kotabaru di Kalimantan Selatan.
“Alhamdulillah selama dua hari pelaksanaan lomba berjalan lancar. Tadi kita juga sudah menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan dari IMI Kaltim kepada para pemenang di berbagai kelas,” kata Hendri.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ribuan penonton memadati sepanjang kawasan Jalan Kusuma Bangsa hingga ke Jalan Agus Salim dan Jalan Pahlawan untuk menyaksikan jalannya balapan malam tersebut.
Kapolresta juga mengapresiasi dukungan dari Ikatan Motor Indonesia wilayah Kalimantan Timur yang turut menyukseskan penyelenggaraan kegiatan ini.

Menurut Hendri, ajang balap resmi seperti ini diharapkan mampu menyalurkan bakat generasi muda yang memiliki hobi balap motor secara positif dan terarah.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk menjaring bakat-bakat muda sekaligus mengintervensi dan meminimalisir balap liar di Kota Samarinda,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembalap yang tergabung dalam IMI dan terbukti terlibat balap liar akan dikenakan sanksi tegas berupa pembekuan Kartu Izin Start (KIS) sehingga tidak dapat mengikuti event resmi yang diselenggarakan oleh IMI Kaltim.
Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi kondisi lomba yang berlangsung aman. Dari ratusan kali starter selama dua hari, tidak terjadi insiden kecelakaan maupun gangguan keamanan lainnya.
“Selama lebih dari 600 kali starter, tidak ada kecelakaan maupun hal menonjol yang mengganggu jalannya lomba. Tidak ada juga praktik perjudian selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.
Polresta Samarinda, lanjut Hendri, akan terus melakukan patroli rutin di sejumlah titik rawan balap liar di berbagai wilayah kota. Upaya tersebut diharapkan dapat semakin menekan aktivitas balap liar di Samarinda.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dipertahankan. Dengan dukungan dari IMI Kaltim dan masyarakat, kami optimistis balap liar di Kota Samarinda dapat terus diminimalisir,” tutupnya. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id










