Night Race Drag Bike Kembali Digelar di Samarinda, Peserta Meningkat hingga 500 Pembalap

oleh -205 Dilihat
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendi Umar saat menyaksikan kegiatan Drag Race di Jl. Kesuma Bangsa Samarinda (Foto : Fdy)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Gemuruh mesin motor memecah keheningan malam di pusat Kota Samarinda. Di bawah sorot lampu jalan yang menerangi lintasan sementara, ratusan pembalap muda memacu kendaraan mereka dalam ajang Night Race Drag Bike 2026 yang digelar sebagai alternatif resmi untuk menekan maraknya balap liar di kota tersebut.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda pada Jumat (13/3/2026) malam hingga Sabtu (14/3/2026) dini hari. Lokasi perlombaan dipusatkan di Jalan Kesuma Bangsa, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota.

Penyelenggaraan lomba tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polresta Samarinda dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Samarinda serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Samarinda. Kerja sama ini bertujuan menghadirkan kegiatan balap motor yang lebih tertib, aman, dan terorganisir.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dilaksanakan pada bulan Ramadan. Menurutnya, pada periode tersebut sering muncul aktivitas balap liar yang dilakukan oleh sejumlah remaja di berbagai ruas jalan di Kota Samarinda.

Ia menyebutkan bahwa balap liar tidak hanya berisiko bagi para pelaku, tetapi juga dapat membahayakan pengguna jalan lain. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut dilakukan tanpa pengamanan dan tidak memenuhi standar keselamatan.

“Selama Ramadan masih ditemukan aktivitas balap liar yang dilakukan generasi muda. Bahkan terkadang disertai taruhan dan berlangsung di jalan yang tidak memiliki jaminan keselamatan,” kata Hendri.

Melihat kondisi tersebut, Polresta Samarinda berupaya menyediakan wadah resmi bagi pecinta otomotif. Melalui ajang Night Race Drag Bike, para pembalap muda dapat menyalurkan minat dan kemampuan mereka dalam kompetisi yang lebih terarah.

Event ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah kegiatan serupa digelar pada tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan perdana, kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat maupun komunitas otomotif di Samarinda.

“Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi balap motor melalui kegiatan resmi yang lebih aman dan tertib,” ujarnya.

Meski menggunakan ruas jalan umum sebagai lintasan, panitia memastikan seluruh aspek keselamatan telah dipersiapkan dengan matang. Kondisi jalan diperiksa terlebih dahulu guna memastikan tidak terdapat kerusakan yang dapat membahayakan pembalap.

Pengamanan bagi penonton juga menjadi perhatian panitia. Area penonton dipisahkan dari lintasan menggunakan pagar pembatas serta jaring pengaman untuk mencegah potensi kecelakaan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, jumlah peserta yang mengikuti lomba tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 500 pembalap ambil bagian dalam kompetisi yang terbagi dalam 12 kelas perlombaan.

Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan pelaksanaan tahun lalu yang hanya diikuti sekitar 400 peserta. Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap olahraga otomotif di Kota Samarinda.

Melalui kegiatan ini, Polresta Samarinda juga berharap dapat menemukan pembalap muda berbakat yang dapat dibina lebih lanjut. Dengan melibatkan IMI Kota Samarinda, para peserta yang menunjukkan prestasi berpeluang mendapatkan pembinaan untuk menjadi atlet balap motor profesional.

Di akhir kegiatan, Hendri menegaskan bahwa ajang ini harus berlangsung secara sportif dan tidak boleh dimanfaatkan untuk praktik perjudian. Ia mengimbau seluruh peserta dan penonton untuk mematuhi aturan agar kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Fdy)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *