Ulasankaltim.id, Samarinda – Menjelang detik-detik pergantian tahun, denyut aktivitas ekonomi kecil mulai terasa di sudut Kota Samarinda. Di sepanjang Jalan Pahlawan, lapak-lapak jagung manis perlahan bermunculan, menandai kesiapan pedagang menyambut tradisi bakar-bakaran yang kerap mewarnai malam Tahun Baru.
Meski perayaan Tahun Baru 2026 masih beberapa hari lagi, sejumlah pedagang memilih membuka usaha lebih awal. Aktivitas jual beli mulai terlihat, khususnya pada sore hingga malam hari saat arus lalu lintas meningkat.
Jalan Pahlawan menjadi salah satu lokasi yang ramai dipilih pedagang karena posisinya yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Kawasan ini kerap menjadi tujuan warga untuk membeli bahan konsumsi jelang perayaan.
Salah satu pedagang, Salbiah, mengatakan ia mulai berjualan lebih cepat sebagai langkah antisipasi terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, permintaan jagung biasanya sudah muncul sebelum malam puncak pergantian tahun.
Salbiah menjual jagung manis dengan harga Rp4.000 per biji. Harga tersebut dinilai masih terjangkau dan menyesuaikan kondisi pasar serta biaya produksi yang dikeluarkan pedagang.
Ia menyebutkan, satu karung jagung dijual dengan harga sekitar Rp500.000. Dalam satu karung, terdapat kurang lebih 250 biji jagung yang siap dipasarkan.
Jagung manis yang dijual berasal dari hasil kerja sama langsung dengan petani. Pola kemitraan ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus memastikan kualitas hasil panen.
Dalam kerja sama tersebut, pedagang menyediakan kebutuhan awal seperti bibit dan pupuk. Sementara itu, petani bertugas merawat tanaman hingga masa panen tiba.
Setelah panen, hasil penjualan dibagi secara merata antara pedagang dan petani. Skema bagi hasil ini dianggap saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Selain jagung manis, beberapa pedagang juga menyediakan kacang rebus sebagai pelengkap. Produk tersebut dijual seharga Rp35.000 per kilogram dan cukup diminati sebagai camilan pendamping.
Pedagang lain, Rohman, mengatakan hari-hari awal berjualan dimanfaatkan untuk memantau respons pasar. Ia menilai lonjakan pembeli biasanya terjadi mendekati malam Tahun Baru.
Menurutnya, tingkat keramaian sangat dipengaruhi oleh cuaca dan kondisi lingkungan sekitar. Jika situasi mendukung, penjualan jagung berpotensi meningkat signifikan.
Bagi pedagang kaki lima, momen pergantian tahun menjadi kesempatan untuk menambah pemasukan. Mereka berharap aktivitas jual beli berjalan lancar dan membawa hasil yang cukup selama perayaan berlangsung. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









