Ulasankaltim.id, Samarinda – Tambahan anggaran untuk Proyek Terowongan Samarinda kembali mengemuka di ruang publik. Rencana alokasi sekitar Rp90 miliar guna penanganan lereng dan penguatan struktur memicu perhatian DPRD Kota Samarinda yang meminta kejelasan perhitungan serta urgensinya.
Pembahasan ini mencuat setelah Komisi III DPRD Kota Samarinda melakukan inspeksi lapangan pada Senin (2/3/2025). Dalam peninjauan tersebut, anggota dewan melihat langsung kondisi fisik terowongan yang menjadi salah satu proyek infrastruktur prioritas di kota ini.
Hasil pantauan menunjukkan sebagian pekerjaan utama telah diselesaikan. Perpanjangan struktur di area inlet dan outlet juga terlihat telah dikerjakan sesuai tahapan konstruksi.
Meski progres fisik dinilai berjalan, rencana pembiayaan lanjutan menimbulkan pertanyaan. DPRD menilai usulan tambahan dana harus disertai penjelasan teknis yang rinci, terutama karena proyek ini sebelumnya telah mengalami penyesuaian anggaran.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti perlunya kejelasan mengenai kebutuhan dana baru tersebut. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan penguatan struktur untuk mengantisipasi potensi longsor sudah pernah dilakukan.
“Kami melihat penambahan anggaran Rp90 miliar ini perlu penjelasan rinci karena sebelumnya sudah ada penguatan struktur yang cukup besar,” kata Deni.
Menurutnya, perencanaan yang transparan menjadi hal mendasar agar tidak terjadi pembengkakan biaya tanpa dasar teknis yang kuat. DPRD, lanjut dia, ingin memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar meningkatkan keamanan konstruksi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Kota Samarinda, Hendra, menyampaikan bahwa usulan anggaran tambahan tersebut masih dalam tahap pembahasan internal. Pemerintah, katanya, belum memutuskan apakah dana itu akan dimasukkan dalam anggaran tahun berjalan.
“Untuk anggaran tambahan itu masih berproses dan akan kami pastikan kembali sesuai kebutuhan teknis,” ujarnya.
Dari pihak kontraktor, PT PP melalui cost control Reyhan menjelaskan bahwa estimasi Rp90 miliar mencakup sejumlah pekerjaan teknis. Di antaranya pelandaian lereng, pemasangan ground anchor, penambahan waller beam, serta penimbunan ulang struktur.
Ia menyebut langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan faktor keamanan lereng agar konstruksi terowongan tetap stabil. Pekerjaan itu, menurutnya, merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko berdasarkan evaluasi kondisi lapangan.
Meski penjelasan teknis telah disampaikan, DPRD tetap meminta kejelasan manfaat dan jadwal pelaksanaan jika tambahan dana disetujui. Dewan menilai kepastian perencanaan sangat penting agar proyek strategis ini tidak membebani keuangan daerah serta tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran pembangunan. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









